<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791</id><updated>2012-02-17T02:25:42.200+07:00</updated><category term='Sekilas FEB'/><category term='Inspirasi Hidup'/><category term='Sekilas IKAMMA'/><title type='text'>ikamma !</title><subtitle type='html'>Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-1306641803508354694</id><published>2008-10-13T18:08:00.001+07:00</published><updated>2008-10-13T18:10:20.859+07:00</updated><title type='text'>Pindah alamat</title><content type='html'>Blog kami pindah ke &lt;a href="http://ikamma.blogspot.com"&gt;http://ikamma.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikamma&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-1306641803508354694?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/1306641803508354694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=1306641803508354694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/1306641803508354694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/1306641803508354694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/10/pindah-alamat.html' title='Pindah alamat'/><author><name>Bagas Indyatmono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Sg5_VC2Tj54/TV5rzd7sc4I/AAAAAAAAAOo/l3nYjLDSEjQ/s220/wee.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-5662926953733112201</id><published>2008-04-30T20:59:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T21:02:14.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekilas FEB'/><title type='text'>MANAGEMENT = DEFINITION of LEADER</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;    Oleh : Satrio W. Wicaksono MJ  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Pasti kita sering mikir jadi seorang mahasiswa itu hukumnya fardhu ‘ain habis lulus SMA. Trus habis lulus muncul pilihan untuk melanjutkan studi kita (S2) atau nyari pekerjaan yang bagus. Manusia selalu dihadapkan pada berbagai pilihan yang memaksanya untuk berpikir lebih dan lebih untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari pilihan yang diambilnya.&lt;br /&gt;    Skalian flashback aja, dulu ketika kelas 3 SMA sedang trend temen-temen gw bingung milih kuliah yang bagus dimana, gw juga terkena efeknya. Akhirnya gw mulai nyaring mana aja yang bagus, g terlalu menguras kantong ortu, sama yang tesnya terlihat mudah. Eh,ujung2nya malah kriteria yg dipake tu universitas yg tesnya ud bentar lagi. Setelah mikir ngalor ngidul gw putuskan untuk daftar di dua perguruan silat eh universitas dengan inisial PM dan GM. Alhamdulillahnya semuanya diterima. Akhir cerita gw selamat menapakkan kaki di FE UGM (sekarang jadi FEB UGM) sebagai mahasiswa Manajemen.&lt;br /&gt;    Ini bagian yang seriusnya...&lt;br /&gt;    Dari Manajemen inilah gw yakin tempat orang bisa merubah jalan hidupnya dan menjadi orang-orang hebat di masa 10-20 tahun lagi. Kenapa gw bisa bilang sperti itu? Karena menurut Mr. HH (salah seorang dosen FEB), dalam sebuah acara di stasiun TV lokal, ilmu manajemen dibutuhkan oleh tiap orang. Mulai dari me-manage diri sendiri sampai sebuah korporasi atau lembaga kelas atas. Mungkin banyak orang menganggap manajemen bisa dipelajari secara otodidak. Ya, bagi tiap orang yang jenius bisa menerapkan manajemen otodidak-nya dalam sebuah konsep perusahaan atau lembaga yang dipimpin. Contoh konkretnya adalah Ir. Soekarno yang notabene adalah insinyur namun bisa menjadi seorang pemimpin yang kharismatis. Tapi tidak bagi semua orang. Orang-orang seperti gw perlu belajar manajemen secara lebih terpadu agar bisa setingkat dengan orang-orang jenius tersebut. Tentunya di universitas yang punya reputasi bagus (baca:UGM).&lt;br /&gt;    Mr. HH juga menyebutkan tentang pembelajaran dalam lingkungan FEB membuat kita seperti seorang seniman yang memahat sebuah patung. Seorang mahasiswa baru diibaratkan sebagai sebuah kayu polos. Pergaulan yang tidak baik membuat kita sebagai patung yang tidak baik juga. Namun pembelajaran yang diberikan dapat membentuk kita menjadi patung yang lebih indah. Sebut saja kuliah dan organisasi adalah salah dua variabel yang membuat kita menjadi lebih baik. Kenapa? Ya, manusia membutuhkan hard skill berupa teori-teori yang didapat dari kelas dan soft skill yang bisa didapat dari berorganisasi.&lt;br /&gt;    Dari buku “The 21st Century Manager” karya DI Kamp, ada beberapa karakteristik seorang manajer abad ke 21 yang dapat kita kembangkan dalam berorganisasi dan akan berguna bagi saat kita bekerja. Mungkin juga kemampuan ini sudah ada dalam diri kita menunggu untuk dikeluarkan.&lt;br /&gt;Menjadi role model, orang yang memegang posisi tertentu dalam organisasi cenderung akan lebih diperhatikan oleh sekitarnya, menandakan pengaruh kita terhadap org lain. Hal ini yang menjadi bahan pertimbangan kita agar hati-hati dalam bertindak.&lt;br /&gt;Mawas diri, kita diharapkan untuk mengelola diri kita secara baik sebelum mencoba mengelola orang lain dalam organisasi.&lt;br /&gt;Suka belajar, penting bagi kita untuk menyadari bahwa diperlukan pembelajaran secara terus menerus agar dapat bersaing dan berkembang seiring dengan perkembangan jaman.&lt;br /&gt;Suka perubahan, ada sebuah pepatah yang mengatakan “Hanya perubahan itu sendiri yang tidak berubah”. Dengan perubahan terus kita bisa selalu mengevaluasi diri kita agar selalu lebih baik. Ini terkait poin 2 dan 3.&lt;br /&gt;Visioner, agar perubahan efektif harus ada suatu visi yang jelas tentang tujuan kita dan bagaimana agar tujuan tersebut akan tercapai dengan baik&lt;br /&gt;etika dan nilai, “manusia berilmu tanpa etika akan menjadikannya penjahat, manusia beretika tanpa ilmu akan menjadikannya orang bodoh.” Karena itu etika dan ilmu harus berjalan bersama-sama.&lt;br /&gt;Komunikasi dengan baik, seorang pemimpin dalam organisasi harus bisa membangun hubungan dengan orang lain dan dapat menyampaikan pesan secara jelas.&lt;br /&gt;Berpikir positif, yakinlah bahwa dengan berpikir positif akan membawa hasil yang berbeda dibandingkan apabila berpikir negatif terhadap suatu permasalahan.&lt;br /&gt;Antusiasme, dengan antusiasme yang kita keluarkan dalam setiap kegiatan pasti membuat orang lain menjadi antusias juga dalam mengikuti kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;Realistis, selalu sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Namun dengan ketidaksempurnaan itu menjadikan seseorang manusia yang unik. &lt;br /&gt;    Mungkin apa yang gw tulis bisa kalian anggap lebay, cuma ini semua ga harus diikuti ato setidaknya dibaca-baca aja biar nantinya klo ada yang jadi seorang pemimpin bisa diterapin. Gw cuma mau kasitau pentingnya berorganisasi untuk mengasah soft skill dalam diri kita yang mungkin ga kita dapet dari kegiatan kuliah.  Hidup MANAJEMEN!!! &lt;br /&gt;PS: trims buat Mr.HH    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-5662926953733112201?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/5662926953733112201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=5662926953733112201' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/5662926953733112201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/5662926953733112201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/04/management-definition-of-leader.html' title='MANAGEMENT = DEFINITION of LEADER'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-6487550940886057155</id><published>2008-04-30T12:55:00.001+07:00</published><updated>2008-04-30T16:54:57.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Hidup'/><title type='text'>Pelajaran Ketegaran</title><content type='html'>&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Di California Selatan ada sebatang pohon yang terkenal di seluruh Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Sepanjang tahun pohon itu dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;negeri. Bentuk pohon itu sama sekali tidak sedap dipandang mata. Tingginya&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;kurang dari 2 meter dengan batang agak pipih &amp;amp; melintir. Hanya sebagian cabang&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul. Pohon itu menjadi terkenal karena&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;tumbuh di atas batu granit yang keras. Tingginya sekitar 100 mtr di atas&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;permukaan laut, menghadang langsung Samudera Pasifik yang anginnya keras&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;mendera.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Tidak ada pohon lain yang tumbuh di sekitarnya, kecuali pohon itu. Rupanya&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin, dan jatuh di celah batu&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;granit yang ada tanahnya. Benih itu kemudian tumbuh, tetapi setiap kali batang&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;muncul keluar, langsung hancur diterpa angin Pacific yang kencang. Terkadang&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;pohon itu tumbuh agak besar, tapi badai kembali memporakporandakannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Sekalipun demikian, akarnya terus tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;melewati poros-poros batu granit sambil menghisap mineral-mineral di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Sementara itu batangnya tumbuh terus setelah berkali-kali dihancurkan angin&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;kencang, makin lama makin kokoh dan liat sampai akhirnya cukup kuat menahan&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;terpaan badai, sekalipun bentuknya tidak karuan. Oleh orang Amerika, pohon&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran karena seakan-akan memberi pelajaran&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;kepada umat manusia untuk tetap tabah dan gigih dalam menghadapi berbagai cobaan&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;dan gelombang kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Ada beberapa hal yang perlu dipahami. Pertama, selama hidup, kita tidak bisa&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;bebas dari masalah karena masalah adalah bagian dari kehidupan. Kedua, masalah&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga bisa positif. Bila seseorang mampu&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;mengatasi masalahnya dengan baik, maka selain meningkatkan ketegaran juga&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;menjadikan lebih matang dan dewasa. Intinya adalah bagaimana menghadapi masalah&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;dan mengatasinya, serta apakah seseorang dapat belajar dari pengalamannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Ada seseorang meninggal, dan ketika sadar ia sudah berada di tempat indah penuh&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;dengan segala fasilitas. Apapun yang ia minta selalu dipenuhi. Dan tentu saja&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;sama sekali tidak ada masalah di sana. Mula-mula almarhum sangat bahagia, tapi&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;lama kelamaan menjadi sangat jemu karena segalanya terpenuhi, tinggal minta.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Akhirnya di puncak kejemuannya ia memohon, Ya Tuhan, aku sangat jemu di Sorga&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Pindahkan aku ke neraka. Dan apa jawaban Tuhan? Ini bukan Sorga, ini&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;neraka!. Jika problem dihadapi dan berhasil diatasi, dibalik segala masalah ada&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;hikmah yang bisa diambil.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Pertama, adanya problem memberikan kesempatan kepada kita untuk membuktikan&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;bahwa kita mampu mengatasinya. Keberhasilan mengatasi masalah dan bukan&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;menghindarinya akan membuat diri kita menjadi lebih tegar dalam menghadapi&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;berbagai masalah lain yang pasti suatu saat akan muncul. Kepercayaan diri kita&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;akan meningkat dan kita tidak lagi menjadi pengeluh yang cengeng.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Kedua, mengalami getirnya problem memberi peluang untuk menentukan sikap, apakah&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;akan tetap menjalani pola hidup yang sama atau beralih ke arah yang lebih benar&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;dan baik. Sebagian besar penyebab timbulnya masalah adalah karena salah&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;menentukan sikap dan tindakan. Jadi sebenarnya selain memberi petunjuk bahwa&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;kita telah salah langkah. Problem yang timbul juga memberi peluang untuk&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;mengubah arah.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Ada sebuah kisah menarik. Seorang pria yang bersahabat dengan orang-orang jahat,&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;difitnah oleh teman2-nya sehingga masuk penjara selama&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, keluarganya menganjurkan supaya mencari&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;mereka yang memfitnah dirinya dan mengajukan mereka ke pengadilan. Tetapi pria&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;itu menolak bahkan memaafkannya. Ia mengatakan bahwa musibah itu terjadi karena&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;kesalahannya sendiri memilih teman-teman yang tidak baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Kejadian tragis itu malah memberi peluang baginya untuk memilih jalan hidup baru&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;yang lebih baik. Kemudian ia membuka lembaga pendidikan pribadi yang mengajarkan&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;makna memaafkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa di balik masalah&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;ada hikmah yang bisa diambil merupakan sikap positif dan sehat.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Akhirnya, kalau kita sadar bahwa problem/masalah merupakan bagian yang tidak&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;terpisahkan dari kehidupan dan selalu ada cara untuk mengatasinya serta selalu&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;ada hikmah di balik masalah, maka kita tidak akan lari dari masalah.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;(dikutip dari Majalah Nirmala)&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-6487550940886057155?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/6487550940886057155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=6487550940886057155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/6487550940886057155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/6487550940886057155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/04/pelajaran-ketegaran.html' title='Pelajaran Ketegaran'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-5963305502838770080</id><published>2008-04-30T12:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T16:55:57.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Hidup'/><title type='text'>Sepuluh Unsur Kepribadian Multi Milyuner</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay Area. Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia. Sebutlah namanya Mr. JC. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC ini disebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting. Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan. Namanya saja berbisnis dengan seorang pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ternyata, di luar dugaa n saya, Mr. JC sangat ramah dan informal. Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya. Sungguh saya sangat terkesan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali bekerja. Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul di benak saya. Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan perilaku mereka yang kurang berhasil.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sepuluh unsur kepribadian seorang multi milyuner yang saya sarikan berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;1. Keberanian untuk berinisiatif.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate, kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity.com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;2. Tepat waktu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri send iri dan partner bisnis.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;3. Senang melayani dan memberi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Seorang multi milyuner pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;4. Membuka diri terlebih dahulu. Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis. Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;6. Senang mempelajari hal-hal baru.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal- hal baru.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;7. Jarang mengeluh. Profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;"Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik".  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;8. Berani menanggung resiko.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;10. "Comfortable in their own skin" Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan multi milyuner yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang Multi Milyuner? Hanya Anda yang bisa menjawab. Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sumber: Sepuluh Unsur Kepribadian multi milyuner oleh Jennie S. Bev. Jennie S. &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.jennieforindonesia.com/"&gt;http://www.jennieforindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-5963305502838770080?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/5963305502838770080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=5963305502838770080' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/5963305502838770080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/5963305502838770080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/04/sepuluh-unsur-kepribadian-multi.html' title='Sepuluh Unsur Kepribadian Multi Milyuner'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-8369989921884701545</id><published>2008-04-30T12:53:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T16:56:06.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Hidup'/><title type='text'>Membeli Waktu Papa</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Steven adalah seorang karyawan perusahaan yang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;cukup terkenal di Jakarta, memiliki dua putra. Putra&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;pertama baru berusia 6 tahun bernama Leo dan putra&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;ke dua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;biasa jam 21.00 Steven sampai di rumahnya di salah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;satu sudut Jakarta, setelah seharian penuh bekeja di&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;dia melihat Leo putra pertamanya di temani bi Yati&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;pembantunya menyambut digerbang rumah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Kok belum tidur Leo?” sapa Steven sambil mencium&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;anaknya. Biasanya Leo sudah tidur ketika Steven&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;berangkat ke kantor keesokan harinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Leo menunggu Papa pulang, Leo mau tanya, gaji Papa&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;itu berapa sih Pa?” kata Leo sambil membuntuti&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;papanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Ada apa nih kok tanya gaji papa segala?”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Leo Cuma ingin tahu aja kok Pa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;sehari di gaji Rp 600.000,-, nah selama sebulan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;rata-rata dihitung 25 hari kerja. Nah berapa gaji&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;papa sebulan?”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Sehari Papa kerja berapa jam Pa?” tanya Leo lebih&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Sehari papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;mau melepas sepatu dulu.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;mencoret-coret dalam kertasnya menghitung gaji&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;teh hangat buatan istri tercintanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Kalau begitu, satu bulan Papa di gaji Rp&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;1.500.000,-, ya Pah? Dan satu jam papa di gaji Rp.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;60.000,-.” Kata Leo setelah mencorat-coret sebentar&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;beranjak menuju kamarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Nah, pintar kamu Leo. Sekarang Leo cuci kaki lalu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;bobok.” Perintah Steven, namun Leo masih saja&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;membuntuti Steven sambil terus memandang papanya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;yang benrganti pakaian.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Pa, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp. 5.000,-&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;saja?” tanya Leo dengan hati-hati sambil menundukkan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;kepalanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Sudahlah Leo, nggak usah macam-macam, untuk apa&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;minta uang malam-malam begini. Kalau mau uang besok&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;saja, Papa kan capek mau mandi dulu. Sekarang Leo&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;tidur supaya besok tidak terlambat ke sekolah!”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Tapi Pa..”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Leooo!! Papa bilang tidur!”bentak Steven&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;mengejutkan Leo.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Segera Leo beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;dengan bentakannya. Dipegangnyalah kepala Leo pelan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;dan berkata:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Maafkan Papa ya nak. Papa sayang sekali pada Leo.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;ikut berbaring di sampingnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Nah katakan pada Papa, untuk apa sih perlu uang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;malam-malam begini. Besok kan bisa, jangankan Rp.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;5.000,-, lebih banyak dari itupun akan Papa kasih.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Leo nggak minta uang Papa kok, Leo cuma mau pinjam.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Nanti akan Leo kembalikan, kalau Leo udah menabung&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;lagi dari uang jajan Leo.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Iya, tapi untuk apa Leo?” tanya Steven dengan lembut.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Leo udah menunggu Papa dari sore tadi, Leo nggak&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo ingin mengajak&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;sering bilang bahwa waktu papa berharga. Jadi Leo&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;ingin beli waktu Papa.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Lalu.” tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;belum mengerti.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp 25.000,-. Tapi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;60.000,-, maka untuk setengah jam berarti Rp.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp. 5.000,-. Maka&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Papa setengah jam saja, untuk menemani Leo main ular&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;tangga. Leo rindu pada Papa.” Kata Leo polos dengan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;masih menyisakan isakannya yang tertahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Steven terdiam, dan kehilangan kata-kata. Bocah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;kecil itu dipeluknya erat-erat, bocah kecil yang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;kata-kata belaka namun berupa ungkapan perhatian dan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;kepedulian.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-8369989921884701545?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/8369989921884701545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=8369989921884701545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/8369989921884701545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/8369989921884701545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/04/membeli-waktu-papa.html' title='Membeli Waktu Papa'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-4972762981306359056</id><published>2008-04-30T12:50:00.001+07:00</published><updated>2008-04-30T16:56:55.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Hidup'/><title type='text'>Jangan Mengeluh</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mengeluh dan mulai bersyukur.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berteriak, "Lulu, Lulu".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;"Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat,saya sangat bahagia  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;juga akan berbahagia karena saya akan berjumpadengan anak pertama saya di&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;surga."&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-4972762981306359056?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/4972762981306359056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=4972762981306359056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/4972762981306359056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/4972762981306359056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/04/jangan-mengeluh.html' title='Jangan Mengeluh'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-1864351476196174353</id><published>2008-04-30T12:49:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T16:57:03.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Hidup'/><title type='text'>Saya pernah datang dan saya sangat penurut</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;penurut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;jam 12.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Yu Yan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sedih dan marah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;untuk menguji papanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;keluar dari hidung Yu Yuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini". Hari kedua, papanya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;hilang ditiup angin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;terbendung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;fisik Yu Yuan semakin lemah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;saya."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;selamat tinggal tante Fu Yuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,.......  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;"Sampai jumpa tante, kita&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;membasahi pipinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Sungguh telah pergi kedunia lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............."  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;demikian kata-kata dari seorang pemuda&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kepergian Yu Yuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh"  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;(30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu,  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;berjuang melawan kematian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-1864351476196174353?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/1864351476196174353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=1864351476196174353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/1864351476196174353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/1864351476196174353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/04/saya-pernah-datang-dan-saya-sangat.html' title='Saya pernah datang dan saya sangat penurut'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3546554902186712791.post-7137517082084530011</id><published>2008-02-26T01:25:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T10:51:27.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekilas IKAMMA'/><title type='text'>Selamat Datang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img406.imageshack.us/img406/9758/image730zd4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://img406.imageshack.us/img406/9758/image730zd4.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/chanet/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini adalah blog yang diciptakan oleh teman- teman Departemen Intelektual IKAMMA (Ikatan  Keluarga Mahasiswa Manajemen) FEB UGM. Di Blog ini anda akan mendapatkan banyak informasi seputar dunia manajemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terima kasih. Semoga bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3546554902186712791-7137517082084530011?l=ikammafeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikammafeb.blogspot.com/feeds/7137517082084530011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3546554902186712791&amp;postID=7137517082084530011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/7137517082084530011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3546554902186712791/posts/default/7137517082084530011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikammafeb.blogspot.com/2008/02/selamat-datang.html' title='Selamat Datang'/><author><name>IKAMMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18092838070657510273</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://bp2.blogger.com/_488bdvTRbvA/SB8R4YLwhgI/AAAAAAAAAAU/Nc6wLNhAexo/S220/IkammaLogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
