Senin, 13 Oktober 2008

Pindah alamat

Blog kami pindah ke http://ikamma.blogspot.com

terima kasih!

Ikamma

Rabu, 30 April 2008

MANAGEMENT = DEFINITION of LEADER

Oleh : Satrio W. Wicaksono MJ

Pasti kita sering mikir jadi seorang mahasiswa itu hukumnya fardhu ‘ain habis lulus SMA. Trus habis lulus muncul pilihan untuk melanjutkan studi kita (S2) atau nyari pekerjaan yang bagus. Manusia selalu dihadapkan pada berbagai pilihan yang memaksanya untuk berpikir lebih dan lebih untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari pilihan yang diambilnya.
Skalian flashback aja, dulu ketika kelas 3 SMA sedang trend temen-temen gw bingung milih kuliah yang bagus dimana, gw juga terkena efeknya. Akhirnya gw mulai nyaring mana aja yang bagus, g terlalu menguras kantong ortu, sama yang tesnya terlihat mudah. Eh,ujung2nya malah kriteria yg dipake tu universitas yg tesnya ud bentar lagi. Setelah mikir ngalor ngidul gw putuskan untuk daftar di dua perguruan silat eh universitas dengan inisial PM dan GM. Alhamdulillahnya semuanya diterima. Akhir cerita gw selamat menapakkan kaki di FE UGM (sekarang jadi FEB UGM) sebagai mahasiswa Manajemen.
Ini bagian yang seriusnya...
Dari Manajemen inilah gw yakin tempat orang bisa merubah jalan hidupnya dan menjadi orang-orang hebat di masa 10-20 tahun lagi. Kenapa gw bisa bilang sperti itu? Karena menurut Mr. HH (salah seorang dosen FEB), dalam sebuah acara di stasiun TV lokal, ilmu manajemen dibutuhkan oleh tiap orang. Mulai dari me-manage diri sendiri sampai sebuah korporasi atau lembaga kelas atas. Mungkin banyak orang menganggap manajemen bisa dipelajari secara otodidak. Ya, bagi tiap orang yang jenius bisa menerapkan manajemen otodidak-nya dalam sebuah konsep perusahaan atau lembaga yang dipimpin. Contoh konkretnya adalah Ir. Soekarno yang notabene adalah insinyur namun bisa menjadi seorang pemimpin yang kharismatis. Tapi tidak bagi semua orang. Orang-orang seperti gw perlu belajar manajemen secara lebih terpadu agar bisa setingkat dengan orang-orang jenius tersebut. Tentunya di universitas yang punya reputasi bagus (baca:UGM).
Mr. HH juga menyebutkan tentang pembelajaran dalam lingkungan FEB membuat kita seperti seorang seniman yang memahat sebuah patung. Seorang mahasiswa baru diibaratkan sebagai sebuah kayu polos. Pergaulan yang tidak baik membuat kita sebagai patung yang tidak baik juga. Namun pembelajaran yang diberikan dapat membentuk kita menjadi patung yang lebih indah. Sebut saja kuliah dan organisasi adalah salah dua variabel yang membuat kita menjadi lebih baik. Kenapa? Ya, manusia membutuhkan hard skill berupa teori-teori yang didapat dari kelas dan soft skill yang bisa didapat dari berorganisasi.
Dari buku “The 21st Century Manager” karya DI Kamp, ada beberapa karakteristik seorang manajer abad ke 21 yang dapat kita kembangkan dalam berorganisasi dan akan berguna bagi saat kita bekerja. Mungkin juga kemampuan ini sudah ada dalam diri kita menunggu untuk dikeluarkan.
Menjadi role model, orang yang memegang posisi tertentu dalam organisasi cenderung akan lebih diperhatikan oleh sekitarnya, menandakan pengaruh kita terhadap org lain. Hal ini yang menjadi bahan pertimbangan kita agar hati-hati dalam bertindak.
Mawas diri, kita diharapkan untuk mengelola diri kita secara baik sebelum mencoba mengelola orang lain dalam organisasi.
Suka belajar, penting bagi kita untuk menyadari bahwa diperlukan pembelajaran secara terus menerus agar dapat bersaing dan berkembang seiring dengan perkembangan jaman.
Suka perubahan, ada sebuah pepatah yang mengatakan “Hanya perubahan itu sendiri yang tidak berubah”. Dengan perubahan terus kita bisa selalu mengevaluasi diri kita agar selalu lebih baik. Ini terkait poin 2 dan 3.
Visioner, agar perubahan efektif harus ada suatu visi yang jelas tentang tujuan kita dan bagaimana agar tujuan tersebut akan tercapai dengan baik
etika dan nilai, “manusia berilmu tanpa etika akan menjadikannya penjahat, manusia beretika tanpa ilmu akan menjadikannya orang bodoh.” Karena itu etika dan ilmu harus berjalan bersama-sama.
Komunikasi dengan baik, seorang pemimpin dalam organisasi harus bisa membangun hubungan dengan orang lain dan dapat menyampaikan pesan secara jelas.
Berpikir positif, yakinlah bahwa dengan berpikir positif akan membawa hasil yang berbeda dibandingkan apabila berpikir negatif terhadap suatu permasalahan.
Antusiasme, dengan antusiasme yang kita keluarkan dalam setiap kegiatan pasti membuat orang lain menjadi antusias juga dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Realistis, selalu sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Namun dengan ketidaksempurnaan itu menjadikan seseorang manusia yang unik.
Mungkin apa yang gw tulis bisa kalian anggap lebay, cuma ini semua ga harus diikuti ato setidaknya dibaca-baca aja biar nantinya klo ada yang jadi seorang pemimpin bisa diterapin. Gw cuma mau kasitau pentingnya berorganisasi untuk mengasah soft skill dalam diri kita yang mungkin ga kita dapet dari kegiatan kuliah. Hidup MANAJEMEN!!!
PS: trims buat Mr.HH

Pelajaran Ketegaran

Di California Selatan ada sebatang pohon yang terkenal di seluruh Amerika.

Sepanjang tahun pohon itu dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar

negeri. Bentuk pohon itu sama sekali tidak sedap dipandang mata. Tingginya

kurang dari 2 meter dengan batang agak pipih & melintir. Hanya sebagian cabang

ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul. Pohon itu menjadi terkenal karena

tumbuh di atas batu granit yang keras. Tingginya sekitar 100 mtr di atas

permukaan laut, menghadang langsung Samudera Pasifik yang anginnya keras

mendera.


Tidak ada pohon lain yang tumbuh di sekitarnya, kecuali pohon itu. Rupanya

beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin, dan jatuh di celah batu

granit yang ada tanahnya. Benih itu kemudian tumbuh, tetapi setiap kali batang

muncul keluar, langsung hancur diterpa angin Pacific yang kencang. Terkadang

pohon itu tumbuh agak besar, tapi badai kembali memporakporandakannya.


Sekalipun demikian, akarnya terus tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah

melewati poros-poros batu granit sambil menghisap mineral-mineral di sekitarnya.

Sementara itu batangnya tumbuh terus setelah berkali-kali dihancurkan angin

kencang, makin lama makin kokoh dan liat sampai akhirnya cukup kuat menahan

terpaan badai, sekalipun bentuknya tidak karuan. Oleh orang Amerika, pohon

tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran karena seakan-akan memberi pelajaran

kepada umat manusia untuk tetap tabah dan gigih dalam menghadapi berbagai cobaan

dan gelombang kehidupan.


Ada beberapa hal yang perlu dipahami. Pertama, selama hidup, kita tidak bisa

bebas dari masalah karena masalah adalah bagian dari kehidupan. Kedua, masalah

tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga bisa positif. Bila seseorang mampu

mengatasi masalahnya dengan baik, maka selain meningkatkan ketegaran juga

menjadikan lebih matang dan dewasa. Intinya adalah bagaimana menghadapi masalah

dan mengatasinya, serta apakah seseorang dapat belajar dari pengalamannya.


Ada seseorang meninggal, dan ketika sadar ia sudah berada di tempat indah penuh

dengan segala fasilitas. Apapun yang ia minta selalu dipenuhi. Dan tentu saja

sama sekali tidak ada masalah di sana. Mula-mula almarhum sangat bahagia, tapi

lama kelamaan menjadi sangat jemu karena segalanya terpenuhi, tinggal minta.

Akhirnya di puncak kejemuannya ia memohon, Ya Tuhan, aku sangat jemu di Sorga

ini.

Pindahkan aku ke neraka. Dan apa jawaban Tuhan? Ini bukan Sorga, ini

neraka!. Jika problem dihadapi dan berhasil diatasi, dibalik segala masalah ada

hikmah yang bisa diambil.


Pertama, adanya problem memberikan kesempatan kepada kita untuk membuktikan

bahwa kita mampu mengatasinya. Keberhasilan mengatasi masalah dan bukan

menghindarinya akan membuat diri kita menjadi lebih tegar dalam menghadapi

berbagai masalah lain yang pasti suatu saat akan muncul. Kepercayaan diri kita

akan meningkat dan kita tidak lagi menjadi pengeluh yang cengeng.

Kedua, mengalami getirnya problem memberi peluang untuk menentukan sikap, apakah

akan tetap menjalani pola hidup yang sama atau beralih ke arah yang lebih benar

dan baik. Sebagian besar penyebab timbulnya masalah adalah karena salah

menentukan sikap dan tindakan. Jadi sebenarnya selain memberi petunjuk bahwa

kita telah salah langkah. Problem yang timbul juga memberi peluang untuk

mengubah arah.


Ada sebuah kisah menarik. Seorang pria yang bersahabat dengan orang-orang jahat,

difitnah oleh teman2-nya sehingga masuk penjara selama

bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, keluarganya menganjurkan supaya mencari

mereka yang memfitnah dirinya dan mengajukan mereka ke pengadilan. Tetapi pria

itu menolak bahkan memaafkannya. Ia mengatakan bahwa musibah itu terjadi karena

kesalahannya sendiri memilih teman-teman yang tidak baik.


Kejadian tragis itu malah memberi peluang baginya untuk memilih jalan hidup baru

yang lebih baik. Kemudian ia membuka lembaga pendidikan pribadi yang mengajarkan

makna memaafkan.

Keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa

setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa di balik masalah

ada hikmah yang bisa diambil merupakan sikap positif dan sehat.


Akhirnya, kalau kita sadar bahwa problem/masalah merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dari kehidupan dan selalu ada cara untuk mengatasinya serta selalu

ada hikmah di balik masalah, maka kita tidak akan lari dari masalah.


(dikutip dari Majalah Nirmala)



Sepuluh Unsur Kepribadian Multi Milyuner

Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay Area. Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia. Sebutlah namanya Mr. JC.


Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC ini disebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting. Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan. Namanya saja berbisnis dengan seorang pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.


Ternyata, di luar dugaa n saya, Mr. JC sangat ramah dan informal. Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya. Sungguh saya sangat terkesan.


Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali bekerja. Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul di benak saya. Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan perilaku mereka yang kurang berhasil.


Sepuluh unsur kepribadian seorang multi milyuner yang saya sarikan berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:


1. Keberanian untuk berinisiatif.


Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate, kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity.com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.


2. Tepat waktu.


Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri send iri dan partner bisnis.


3. Senang melayani dan memberi.


Seorang multi milyuner pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.


4. Membuka diri terlebih dahulu. Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)


5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis. Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.


6. Senang mempelajari hal-hal baru.


Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal- hal baru.


7. Jarang mengeluh. Profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days.


"Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik".


Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).


8. Berani menanggung resiko.


Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan?


9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).


Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.


10. "Comfortable in their own skin" Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan multi milyuner yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.


Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.


Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang Multi Milyuner? Hanya Anda yang bisa menjawab. Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan


Sumber: Sepuluh Unsur Kepribadian multi milyuner oleh Jennie S. Bev. Jennie S. http://www.jennieforindonesia.com


Membeli Waktu Papa

Steven adalah seorang karyawan perusahaan yang

cukup terkenal di Jakarta, memiliki dua putra. Putra

pertama baru berusia 6 tahun bernama Leo dan putra

ke dua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti

biasa jam 21.00 Steven sampai di rumahnya di salah

satu sudut Jakarta, setelah seharian penuh bekeja di

kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya

dia melihat Leo putra pertamanya di temani bi Yati

pembantunya menyambut digerbang rumah.


“Kok belum tidur Leo?” sapa Steven sambil mencium

anaknya. Biasanya Leo sudah tidur ketika Steven

pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven

berangkat ke kantor keesokan harinya.


“Leo menunggu Papa pulang, Leo mau tanya, gaji Papa

itu berapa sih Pa?” kata Leo sambil membuntuti

papanya.


“Ada apa nih kok tanya gaji papa segala?”


“Leo Cuma ingin tahu aja kok Pa?


“Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa

sehari di gaji Rp 600.000,-, nah selama sebulan

rata-rata dihitung 25 hari kerja. Nah berapa gaji

papa sebulan?”


“Sehari Papa kerja berapa jam Pa?” tanya Leo lebih

lanjut.


“Sehari papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa

mau melepas sepatu dulu.”


Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk

mencoret-coret dalam kertasnya menghitung gaji

papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum

teh hangat buatan istri tercintanya.


“Kalau begitu, satu bulan Papa di gaji Rp

1.500.000,-, ya Pah? Dan satu jam papa di gaji Rp.

60.000,-.” Kata Leo setelah mencorat-coret sebentar

dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang

beranjak menuju kamarnya.


“Nah, pintar kamu Leo. Sekarang Leo cuci kaki lalu

bobok.” Perintah Steven, namun Leo masih saja

membuntuti Steven sambil terus memandang papanya

yang benrganti pakaian.


“Pa, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp. 5.000,-

saja?” tanya Leo dengan hati-hati sambil menundukkan

kepalanya.


“Sudahlah Leo, nggak usah macam-macam, untuk apa

minta uang malam-malam begini. Kalau mau uang besok

saja, Papa kan capek mau mandi dulu. Sekarang Leo

tidur supaya besok tidak terlambat ke sekolah!”


“Tapi Pa..”


“Leooo!! Papa bilang tidur!”bentak Steven

mengejutkan Leo.


Segera Leo beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi

Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo

belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil

memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal

dengan bentakannya. Dipegangnyalah kepala Leo pelan

dan berkata:

“Maafkan Papa ya nak. Papa sayang sekali pada Leo.”

ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil

ikut berbaring di sampingnya.


“Nah katakan pada Papa, untuk apa sih perlu uang

malam-malam begini. Besok kan bisa, jangankan Rp.

5.000,-, lebih banyak dari itupun akan Papa kasih.”


“Leo nggak minta uang Papa kok, Leo cuma mau pinjam.

Nanti akan Leo kembalikan, kalau Leo udah menabung

lagi dari uang jajan Leo.”


“Iya, tapi untuk apa Leo?” tanya Steven dengan lembut.


“Leo udah menunggu Papa dari sore tadi, Leo nggak

mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo ingin mengajak

Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu

sering bilang bahwa waktu papa berharga. Jadi Leo

ingin beli waktu Papa.”


“Lalu.” tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan

belum mengerti.


“Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp 25.000,-. Tapi

karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.

60.000,-, maka untuk setengah jam berarti Rp.

30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp. 5.000,-. Maka

Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu

Papa setengah jam saja, untuk menemani Leo main ular

tangga. Leo rindu pada Papa.” Kata Leo polos dengan

masih menyisakan isakannya yang tertahan.


“Steven terdiam, dan kehilangan kata-kata. Bocah

kecil itu dipeluknya erat-erat, bocah kecil yang

menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan

kata-kata belaka namun berupa ungkapan perhatian dan

kepedulian.


Jangan Mengeluh

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat

membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang

yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti

mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan

membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain

lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih

tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di

pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.

Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu."

Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang

ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu."

Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut

melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan

berteriak, "Lulu, Lulu".

"Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan.

Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.

Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut

karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia

menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal,

yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat,saya sangat bahagia

karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya

juga akan berbahagia karena saya akan berjumpadengan anak pertama saya di

surga."

Selasa, 26 Februari 2008

Selamat Datang


Ini adalah blog yang diciptakan oleh teman- teman Departemen Intelektual IKAMMA (Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen) FEB UGM. Di Blog ini anda akan mendapatkan banyak informasi seputar dunia manajemen.
Terima kasih. Semoga bermanfaat