Rabu, 30 April 2008

Pelajaran Ketegaran

Di California Selatan ada sebatang pohon yang terkenal di seluruh Amerika.

Sepanjang tahun pohon itu dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar

negeri. Bentuk pohon itu sama sekali tidak sedap dipandang mata. Tingginya

kurang dari 2 meter dengan batang agak pipih & melintir. Hanya sebagian cabang

ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul. Pohon itu menjadi terkenal karena

tumbuh di atas batu granit yang keras. Tingginya sekitar 100 mtr di atas

permukaan laut, menghadang langsung Samudera Pasifik yang anginnya keras

mendera.


Tidak ada pohon lain yang tumbuh di sekitarnya, kecuali pohon itu. Rupanya

beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin, dan jatuh di celah batu

granit yang ada tanahnya. Benih itu kemudian tumbuh, tetapi setiap kali batang

muncul keluar, langsung hancur diterpa angin Pacific yang kencang. Terkadang

pohon itu tumbuh agak besar, tapi badai kembali memporakporandakannya.


Sekalipun demikian, akarnya terus tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah

melewati poros-poros batu granit sambil menghisap mineral-mineral di sekitarnya.

Sementara itu batangnya tumbuh terus setelah berkali-kali dihancurkan angin

kencang, makin lama makin kokoh dan liat sampai akhirnya cukup kuat menahan

terpaan badai, sekalipun bentuknya tidak karuan. Oleh orang Amerika, pohon

tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran karena seakan-akan memberi pelajaran

kepada umat manusia untuk tetap tabah dan gigih dalam menghadapi berbagai cobaan

dan gelombang kehidupan.


Ada beberapa hal yang perlu dipahami. Pertama, selama hidup, kita tidak bisa

bebas dari masalah karena masalah adalah bagian dari kehidupan. Kedua, masalah

tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga bisa positif. Bila seseorang mampu

mengatasi masalahnya dengan baik, maka selain meningkatkan ketegaran juga

menjadikan lebih matang dan dewasa. Intinya adalah bagaimana menghadapi masalah

dan mengatasinya, serta apakah seseorang dapat belajar dari pengalamannya.


Ada seseorang meninggal, dan ketika sadar ia sudah berada di tempat indah penuh

dengan segala fasilitas. Apapun yang ia minta selalu dipenuhi. Dan tentu saja

sama sekali tidak ada masalah di sana. Mula-mula almarhum sangat bahagia, tapi

lama kelamaan menjadi sangat jemu karena segalanya terpenuhi, tinggal minta.

Akhirnya di puncak kejemuannya ia memohon, Ya Tuhan, aku sangat jemu di Sorga

ini.

Pindahkan aku ke neraka. Dan apa jawaban Tuhan? Ini bukan Sorga, ini

neraka!. Jika problem dihadapi dan berhasil diatasi, dibalik segala masalah ada

hikmah yang bisa diambil.


Pertama, adanya problem memberikan kesempatan kepada kita untuk membuktikan

bahwa kita mampu mengatasinya. Keberhasilan mengatasi masalah dan bukan

menghindarinya akan membuat diri kita menjadi lebih tegar dalam menghadapi

berbagai masalah lain yang pasti suatu saat akan muncul. Kepercayaan diri kita

akan meningkat dan kita tidak lagi menjadi pengeluh yang cengeng.

Kedua, mengalami getirnya problem memberi peluang untuk menentukan sikap, apakah

akan tetap menjalani pola hidup yang sama atau beralih ke arah yang lebih benar

dan baik. Sebagian besar penyebab timbulnya masalah adalah karena salah

menentukan sikap dan tindakan. Jadi sebenarnya selain memberi petunjuk bahwa

kita telah salah langkah. Problem yang timbul juga memberi peluang untuk

mengubah arah.


Ada sebuah kisah menarik. Seorang pria yang bersahabat dengan orang-orang jahat,

difitnah oleh teman2-nya sehingga masuk penjara selama

bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, keluarganya menganjurkan supaya mencari

mereka yang memfitnah dirinya dan mengajukan mereka ke pengadilan. Tetapi pria

itu menolak bahkan memaafkannya. Ia mengatakan bahwa musibah itu terjadi karena

kesalahannya sendiri memilih teman-teman yang tidak baik.


Kejadian tragis itu malah memberi peluang baginya untuk memilih jalan hidup baru

yang lebih baik. Kemudian ia membuka lembaga pendidikan pribadi yang mengajarkan

makna memaafkan.

Keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa

setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa di balik masalah

ada hikmah yang bisa diambil merupakan sikap positif dan sehat.


Akhirnya, kalau kita sadar bahwa problem/masalah merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dari kehidupan dan selalu ada cara untuk mengatasinya serta selalu

ada hikmah di balik masalah, maka kita tidak akan lari dari masalah.


(dikutip dari Majalah Nirmala)



0 komentar: